Senin, 13 Desember 2010

Etika Utilitarianisme Dalam Bisnis

· Kriteria dan prinsip etika utilitarianisme

· Nilai positif etika utilitarianisme

· Utilitarianisme sebagai proses dan standar penilaian

· Analisa keuntungan dan kerugian

· Kelemahan etika utilitarianisme

Etika Utilitarianisme

Dikembangkan pertama kali oleh Jeremi Bentham (1748-1832). Adalah tentang bagaimana menilai buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal secara moral.

Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme

· Manfaat

· Manfaat terbesar

· Manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang

Nilai Positif Etika Utilitarianisme

· Rasionalitas

· Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral

· Universalitas.

Utilitarianisme sebagai proses dan standar pilihan

· Etika ini dugunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak

· Etika ini sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

Analisis Keuntungan dan Kerugian

· Keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian pada perusahaan.

· Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang.

· Analisis keuntungan kerugian untuk jangka panjang.

Kelemahan Etika Utilitarianisme

· Manfaat merupakan konsep yang begitu luas

· Etika ini tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri.

· Tidak pernah menganggap serius kemauan seseorang.

· Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.

· Jika ketiga kriteria etika bertentangan maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas diantara ketiganya.

· membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

Bisnis sebuah etika

Bisnis, bisa menjadi sebuah profesi etis, bila :

a. Ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang kondusif

- Aturan yang jelas

- Kepastian keberlakuan aturan tersebut

- Aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis

- Sistem pemerintahan yang adil dan efektif

b. Prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik

1. Etika Terapan

Dibagi menjadi dua :

a. Etika umum

b. Etika khusus

Etika Terapan

Etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral.

Etika Khusus

Dibagi menjadi 3 :

a. Etika individual

b. Etika sosial

c. Etika lingkungan hidup

2. Etika Profesi

a. Pengertian Profesi

Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi.

b. Ciri-ciri Profesi

a. Adanya keahlian dan keterampilan khusus

b. Adanya komitmen moral yang tinggi

c. Pengabdian kepada masyarakat

d. Pada profesi luhur ada izi khusus untuk menjalankan profesi tersebut.

e. Kaum professional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi.

Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya .

· Ini berarti ia hidup sepenuhnya dari profesi ini

· Ini berarti profesinya telah membentuk identitas orang tersebut.

c. Prinsip-prinsip Etika Profesi

a. Prinsip tanggung jawab

b. Prinsip keadilan

c. Prinsip otonomi

d. Prinsip integritas moral

3. Menuju Bisnis sebagai Profesi Luhur

a. Pandangan praktis-realitas

Asumsi Adam Smith :

· Dalam masyarakat modern telah terjadi pembagian kerja dimana setiap orang tidak bisa lagi mengerjakan segala sesuatu sekaligus dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri.

· Semua orang tanpa terkecuali mempunyai kecenderungan dasar untuk membuat kondisi hidupnya menjadi lebih baik.

b. Pandangan Ideal

Disebut pandangan ideal karena dalam kenyataanya masih merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis.

BISNIS dan ETIKA

· Mitos Bisnis Amoral

Mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungannya sama sekali.

Etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis yang ketat.

· Argumen

a. Bisnis adalah suatu persaingan, sehingga pelaku bisnis harus berusaha dengan segala cara.

b. Aturan yang dipakai dalam permainan penuh persaingan, berbeda dari aturan yang dikenal dalam kehidupan social.

c. Orang bisnis yang mau mematuhi aturan moral atau etika akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan.

· Mitos bisnis amoral tidak sepenuhnya benar

a. Beberapa perusahaan ternyata bias berhasil karena memegang teguh kode etis dan komitmen moral tertentu.

b. Bisnis adalah bagian aktifitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma atau nilai yang dianggap baik dan berlaku di masyarakat.

c. Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas.

· Keutamaan Etika bisnis

1. Dalam bisnis modern, para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang professional dibidangnya.

2. Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat, maka konsumen benar-benar raja.

3. Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak bagi semua pihak.

4. Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus dieksploitasi demi mendapatkan keuntungan.

· Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis

1. Etika bisnis bertujuan untuk menghimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara baik.

2. Untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun juga.

3. Etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi.

· Prinsip-prinsip Etika Bisnis

1. Prinsip otonomi

2. Prinsip kejujuran

3. Prinsip keadilan

4. Prinsip saling menguntungkan

5. Prinsip integritas moral

· Etos Bisnis

Adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain. Intinya adalah pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang juga membedakannya dari perusahaan yang lain.

· Relativitas Moral dalam Bisnis

Tiga pandangan umum yang dianut :

1. Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.

2. Norma sendirilah yang paling tepat dan benar

3. Tidak ada norma moral yang diikuti sama sekali

Ø ”Bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak terkait yang berkepentingan (stakeholders) dengan suatu kegiatan bisnis harus bisa dijamin, diperhatikan dan dihargai” (disebut tujuan imperatif)

Ø Bermuara pada prinsip minimal : menuntut agar bisnis apapun perlu dijalankan secara baik dan etis demi menjamin kepentingan stakeholder